Peristiwa Keagamaan Tanpa Tanding: Prosesi Darat dan Laut
Festival Budaya Mazu Lanyang 2024 telah berakhir dengan gemilang berkat dukungan seluruh umat. Prosesi ini melintasi sepuluh kota dan desa di kabupaten Yilan, mencakup rute darat dan laut dengan total 209,35 kilometer. Lebih dari 108.000 umat turut serta, menjadikannya acara keagamaan dan budaya yang besar. Baik dalam prosesi laut dari Nanfang’ao ke Pelabuhan Wushi di Toucheng, maupun prosesi darat dari utara ke selatan, berkah Mazu terasa di setiap wilayah, dan doa-doa tulus para umat terdengar sepanjang perjalanan.

Prosesi Di Bawah Hujan: Kekuatan Iman yang Menembus Badai
Meskipun hujan lebat turun pada hari ketiga acara, iman para umat tidak tergoyahkan. Di bawah payung atau menerobos hujan, mereka mengikuti tandu Mazu dengan penuh kesungguhan, berdoa sepanjang jalan untuk keluarga dan diri mereka sendiri. Jalanan di Luodong, Dongshan, dan Su’ao dipenuhi oleh orang-orang yang menyambut Mazu, berdoa dengan penuh pengabdian, berjalan di bawah tandu, dan menerima jimat perdamaian, menciptakan pemandangan penuh iman dan devosi. Setiap sudut Lanyang merasakan berkah Mazu di tengah suara hujan, dan kekuatan iman semakin kuat di bawah badai.

















































Keunikan Lanyang: Budaya Mazu dalam Kehidupan Yilan
Festival Budaya Mazu Lanyang erat kaitannya dengan tradisi lokal Yilan, menampilkan pesona keagamaan yang unik. Dari prosesi laut yang megah hingga prosesi darat yang meriah, budaya keagamaan Lanyang sangat kaya dan khas. Umat yang menghormati Mazu berbagi makanan kecil dan kehangatan di pos penyegaran sepanjang perjalanan, merasakan pengabdian masyarakat Yilan dan keramahan mereka terhadap tamu, menciptakan pengalaman Lanyang yang tak terlupakan.


















































Pengalaman Unik: Umat Bersatu untuk Merayakan Festival
Tahun ini, acara tersebut menyelenggarakan kegiatan interaktif “koleksi cap stempel”, di mana umat dapat mengumpulkan stempel sepanjang rute untuk ditukar dengan “Cangkir Berkah Mazu” edisi terbatas sebagai kenang-kenangan. Ribuan orang berpartisipasi, menjadikannya sorotan budaya keagamaan Lanyang. Lebih menarik lagi, prosesi laut terbuka bagi umat untuk naik perahu dan mengalami langsung kekuatan pelindung iman di laut, menciptakan pemandangan yang megah dan spektakuler. Setiap aspek dari acara ini memikat para peserta dan membangkitkan minat mendalam pada devosi Mazu.


















































Mengumpulkan Kekuatan Iman: Sampai Bertemu Lagi di Lanyang
Keberhasilan Festival Budaya Mazu Lanyang adalah berkat partisipasi antusias setiap umat, serta kerja keras kuil-kuil dan tim penyelenggara. Iman bukan hanya sekadar upacara; itu adalah kekuatan yang menyatukan orang dan meneruskan budaya. Peserta dari berbagai penjuru dunia menemukan penghiburan spiritual dalam acara ini dan merasa terhubung erat dengan budaya keagamaan Yilan. Pemerintah kabupaten menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas dukungan semua pihak dan berharap dapat bertemu lagi tahun depan di Lanyang untuk terus berbagi kekuatan iman. Semoga berkah Mazu terus membawa kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan bagi setiap umat.














































Pada tanggal 18, Prefek Lin Zimiao memimpin tamu dan pejabat tinggi untuk mempersembahkan dupa kepada Mazu dan dewa-dewa lainnya yang ditempatkan di pemerintah kabupaten, berdoa bersama untuk cuaca yang baik. Jimat perdamaian yang telah lama dinanti-nantikan, diperkenalkan oleh Prefek Lin, Ketua Kuil Nantian Lin Qishan, dan tamu lainnya, menampilkan desain merah cerah. Bagian depan menunjukkan versi lucu Mazu bergaya kartun yang tersenyum, mengenakan mahkota burung Phoenix dan jubah naga kuning “Ratu Surga”. Di bagian belakang terdapat tulisan “Prosesi Darat dan Laut Memberkati Lanyang”, dengan gambar yang melambangkan perlindungan dewi laut, menekankan perlindungan Mazu terhadap keselamatan maritim dan berkahnya bagi semua makhluk.























Kredit Foto: Festival Budaya Mazu Lanyang 2024
Disunting oleh: Bingbin Lin, Laporan dari New York
Mohon cantumkan sumber dan simpan informasi penulis saat membagikan.