Promosi Lokal Mazu: Persimpangan Antara Keluarga, Nilai-nilai Konfusianisme, dan Kuil

Artikel berjudul “Promosi Lokal Mazu: Persimpangan Antara Keluarga, Representasi Teks, Nilai-nilai Konfusianisme, dan Kuil di Tiongkok Kekaisaran Akhir,” yang ditulis oleh Zhang Yanchao, membahas bagaimana para elit lokal memainkan peran penting dalam mempromosikan dan membentuk kepercayaan terhadap Mazu pada periode kekaisaran Tiongkok akhir. Melalui penyusunan klasik Konfusianisme dan pembangunan kuil, elit-elit ini menyesuaikan citra Mazu dengan kepentingan mereka sendiri, menyoroti peran Mazu sebagai pelindung negara, anak perempuan yang berbakti, dan anggota keluarga Lin. Studi ini meneliti secara mendalam bagaimana dinamika kekuasaan lokal dan ideologi Konfusianisme mempengaruhi representasi dan penyebaran kultus Mazu.

Promosi Lokal Mazu: Persimpangan Antara Keluarga, Nilai-nilai Konfusianisme, dan Kuil

Dokumen berjudul “Promosi Lokal Mazu: Persimpangan Antara Keluarga, Representasi Teks, Nilai-nilai Konfusianisme, dan Kuil di Tiongkok Kekaisaran Akhir,” ditulis oleh Zhang Yanchao dan diterbitkan dalam jurnal Muara, secara rinci membahas peran penting yang dimainkan oleh elit lokal dalam pengembangan dan penyebaran kultus Mazu pada akhir periode kekaisaran Tiongkok. Zhang menunjukkan bagaimana elit-elit ini membentuk ulang citra Mazu melalui teks-teks Konfusianisme utama dan pembangunan kuil untuk melayani kepentingan mereka sendiri.

Studi ini meneliti berbagai peran Mazu, terutama sebagai pelindung negara, anak perempuan yang berbakti, dan anggota keluarga Lin. Melalui penyusunan klasik Konfusianisme, elit-elit lokal di wilayah Putian secara efektif menyatukan citra Mazu dengan agenda sosial-politik mereka, sehingga melegitimasi kekuasaan dan pengaruh mereka dalam masyarakat. Artikel ini juga mengeksplorasi interaksi yang rumit antara kepentingan negara, ideologi Konfusianisme, dan agama rakyat, menunjukkan bagaimana promosi lokal terhadap kultus Mazu beroperasi pada persimpangan kekuatan-kekuatan tersebut.

Melalui analisis sejarah yang mendalam dan penelitian teks, artikel ini mengungkapkan bagaimana Mazu menjadi simbol otoritas keluarga dan kesetiaan lokal. Kuil leluhur dan kuil Mazu yang didirikan oleh keluarga Lin semakin memperkuat perannya sebagai pelindung ilahi dan tokoh berbakti, yang mencerminkan kebajikan tradisional Konfusianisme. Penelitian Zhang memberikan wawasan berharga tentang interaksi antara elit lokal dan kekuasaan negara, menawarkan pemahaman yang komprehensif tentang makna budaya dan religius dari kultus Mazu di akhir kekaisaran Tiongkok.