DEWI LAUT TIONGKOK
Mazu
Ikhtisar
Dalam mitologi Tiongkok, Mazu (妈祖) dihormati sebagai dewi laut dan memiliki hubungan erat dengan Guanyin (观音), dewi belas kasih. Dia adalah dewi pelindung para pelaut, nelayan, dan para pengelana, yang secara khusus dihormati di wilayah pesisir Tiongkok selatan seperti Fujian dan Makau, serta di komunitas Tionghoa perantauan. Kuil atau tempat pemujaan Mazu sering ditemukan di sepanjang jalan pesisir Tiongkok.

Mazu lahir dalam keluarga nelayan sederhana di Pulau Meizhou, Kabupaten Putian, Provinsi Fujian. Ayahnya disebut dalam berbagai sumber sebagai Lin Yuan (林愿) atau Lin Weique (林惟悫), dan nama belakang ibunya adalah Wang (王). Pasangan ini sangat dihormati oleh tetangganya karena kedermawanan dan kemurahan hati mereka. Ketika Lin Yuan (atau Lin Weique) berusia sekitar empat puluhan, mereka telah memiliki enam anak, tetapi mereka khawatir karena hanya satu dari mereka adalah laki-laki. Mereka berdoa kepada Guanyin agar diberi seorang anak laki-laki lagi. Dalam sebuah mimpi, Guanyin memberikan Wang sebuah pil, dan beberapa hari kemudian, dia hamil Mazu, yang lahir pada hari ke-23 bulan ketiga menurut kalender lunar.
Catatan sejarah memberikan sedikit informasi tentang masa kecil Mazu. Dia adalah anak bungsu dan satu-satunya anak perempuan dalam keluarganya, dengan empat saudara laki-laki. Beberapa legenda menyebutkan bahwa Mazu dipilih karena dia tidak menangis saat lahir maupun selama bulan pertama setelah kelahirannya, dan dia tetap menjadi anak yang tenang dan bijaksana hingga usia empat tahun.
Kehidupan dan warisan Mazu sangat tertanam dalam budaya Tiongkok Selatan. Pengaruhnya meluas ke berbagai komunitas, dan ceritanya dirayakan melalui berbagai festival dan ritual. Kuil dan tempat pemujaan yang didedikasikan untuknya bukan hanya tempat ibadah tetapi juga pusat budaya yang mencerminkan warisan maritim kaya dari wilayah-wilayah tersebut.
Pohon Keluarga
Orang Tua Mazu
Ayah: Lin Yuan (林愿) atau Lin Weique (林惟悫)
Ibu: Wang (王)

Cerita Mazu terus menginspirasi dan melindungi mereka yang bepergian di laut, mewujudkan kebajikan kasih sayang, perlindungan, dan kekuatan. Legenda tentangnya adalah bukti kekuatan abadi dari mitos dan hubungan mendalam antara manusia dan laut dalam budaya Tiongkok.
Informasi Tambahan tentang Orang Tua Mazu
Lin Weique adalah salah satu nama yang diberikan kepada ayah Mazu dalam beberapa legenda dan dokumen. Namun, nama Lin Yuan lebih sering ditemukan dalam banyak cerita tradisional dan catatan sejarah.
Cerita tentang Mazu bervariasi di berbagai wilayah dan budaya, menghasilkan perbedaan nama dan detail. Berikut adalah beberapa sumber:
- Legenda Lokal: Tradisi lisan dan cerita lokal dari Pulau Meizhou dan daerah sekitarnya di Kabupaten Putian, Provinsi Fujian.
- Teks Religius: Buku-buku dan dokumen-dokumen religius tentang pemujaan Mazu, seperti “Catatan Keajaiban Sang Permaisuri Surgawi” (《天妃显圣录》).
- Catatan Sejarah: Catatan sejarah dan kronik lokal yang mendokumentasikan kuil-kuil Mazu dan pemujaannya.
Sumber yang dapat diandalkan termasuk:
- “Catatan Keajaiban Sang Permaisuri Surgawi”: Catatan rinci tentang keajaiban Mazu dan legenda terkait.
- Kronik Lokal Fujian: Catatan tentang pemujaan Mazu di Fujian.
- Penelitian Akademis: Artikel dan buku akademis yang berfokus pada pemujaan Mazu.