Patung “Mazu Dunia” adalah mahakarya seni yang mewujudkan esensi budaya Tiongkok dan menyebarkan pesan perdamaian dunia.
Patung “Mazu Dunia” terinspirasi dari budaya Mazu, sebuah warisan budaya tak benda yang telah ada selama ribuan tahun. Pada 30 September 2009, kepercayaan dan adat istiadat Mazu dimasukkan ke dalam “Daftar Perwakilan Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan” oleh UNESCO, yang menandakan pengakuan global atas warisan budaya ini. Tahun ini bertepatan dengan peringatan 1064 tahun kelahiran Mazu, 15 tahun dimasukkannya kepercayaan Mazu dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia, dan 45 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Dalam momen penuh makna ini, Patung “Mazu Dunia” lahir.

Patung ini dengan hati-hati diciptakan oleh pemahat dan seniman keramik terkenal, Dong Ning. Patung tersebut memiliki sosok yang agung dan elegan, dengan mahkota yang dirancang dengan indah dan sikap tubuh yang anggun, mencerminkan sifat welas asih dan kebijaksanaan Mazu. Patung ini bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga merupakan pembawa budaya Mazu yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Karya ini disediakan oleh “Asosiasi Penelitian Budaya Mazu Dunia“.
Keunikan Patung “Mazu Dunia” terletak pada sistem penomoran yang khas. Nomor “10017-093009-0950001” memiliki banyak arti:
1. “10017” adalah kode pos PBB, yang melambangkan hubungan erat antara budaya Mazu dan masyarakat internasional.
2. “093009” mewakili tanggal ketika kepercayaan Mazu dimasukkan ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia (30 September 2009).
3. “095” melambangkan kehormatan tertinggi (“sembilan-lima” mengacu pada kekuasaan kerajaan), dan “0001” menunjukkan bahwa ini adalah karya pertama dalam seri, menekankan kelangkaan dan nilainya.
Mazu, dewi perdamaian di lautan, sangat selaras dengan nilai-nilai inti UNESCO. Pada tahun 1980-an, PBB menganugerahkan gelar “Dewi Perdamaian” kepada Mazu, yang semakin menegaskan semangatnya dalam “kebajikan, perbuatan baik, dan cinta yang besar”. Patung “Mazu Dunia” bertujuan untuk menyebarkan semangat ini dan mempromosikan perdamaian dunia serta perkembangan berkelanjutan dari komunitas masa depan bersama bagi umat manusia.
Di dunia yang semakin terhubung saat ini, budaya Mazu telah melampaui batas-batas wilayah dan berakar di berbagai belahan dunia. Nilai-nilai harmoni, inklusivitas, dan saling membantu yang diwakili oleh Mazu telah membangun jembatan komunikasi antarnegara dan wilayah. Dengan mempromosikan budaya Mazu, kita tidak hanya melestarikan sebuah sistem kepercayaan, tetapi juga mendorong pertukaran lintas budaya, yang berkontribusi pada pembangunan komunitas global dengan masa depan bersama.
“Peradaban berkembang melalui pertukaran dan diperkaya melalui pembelajaran bersama”. Patung “Mazu Dunia” adalah perwujudan sempurna dari filosofi ini. Ini bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga sebuah jembatan yang menghubungkan budaya Timur dan Barat, berfungsi sebagai duta perdamaian dunia. Melalui patung ini, kami berharap dapat menyebarkan nilai-nilai “kerja sama damai, kesehatan bersama, dan pengembangan budaya bersama” ke seluruh dunia, berkontribusi pada masa depan yang lebih cerah bagi umat manusia.
Kelahiran Patung “Mazu Dunia” bukan hanya tonggak seni, tetapi juga jembatan budaya, menyebarkan semangat welas asih dan cinta yang besar dari tradisi Tiongkok ke seluruh dunia. Patung ini mewujudkan warisan Mazu sebagai simbol perdamaian, yang sejalan dengan misi PBB dalam mempromosikan perdamaian dunia dan pertukaran budaya. Pada momen istimewa ini, dengan banyaknya peringatan bersejarah, peluncuran Patung “Mazu Dunia” menandakan bahwa pertukaran dan pembelajaran bersama antarperadaban telah mencapai ketinggian baru. Dengan mempromosikan budaya Mazu, kita tidak hanya menyaksikan vitalitas berkelanjutan dari warisan budaya takbenda, tetapi juga menambahkan kekuatan besar untuk perdamaian dunia dan pembangunan komunitas global dengan masa depan bersama. Patung ini akan selalu mengingatkan kita bahwa hanya melalui rasa hormat dan inklusivitas, peradaban dapat berkembang melalui pertukaran, membuka jalan menuju perdamaian bagi seluruh umat manusia.
Dilaporkan oleh Lin Bingbin dari New York untuk “Aliansi Budaya Mazu Dunia”. Harap sebutkan sumber dan pertahankan informasi penulis saat mempublikasikan ulang. Terima kasih atas perhatian dan dukungan Anda.