Utusan Perdamaian: Patung Mazu

Selamat kepada Master Lin Feng (Hong): Sebuah karya monumental abad ini! Sebuah kesuksesan besar! Kami mendoakan pahala tak terhingga dan berkah yang berkelanjutan untuk generasi mendatang!

Forum Budaya Mazu Global ke-2 Masuk ke Perserikatan Bangsa-Bangsa – Salam dari panitia penyelenggara. 18 Oktober 2024, Markas Besar PBB, New York.

Di dunia seni yang luas, kami dengan cermat menciptakan sebuah patung setinggi 66 cm dari Dewi Perdamaian, Mazu, yang mengandung makna keberuntungan dan kesejahteraan. Patung ini mewakili harapan mendalam rakyat Tiongkok untuk perdamaian dan harapan, sebagai simbol kebaikan untuk masa depan yang damai.

Utusan Perdamaian: Patung Mazu - Pameran Forum Budaya Mazu Global ke-2 di PBB
Utusan Perdamaian: Patung Mazu – Pameran Forum Budaya Mazu Global ke-2 di PBB

Patung Mazu ini berdiri dengan anggun dan khidmat, tangan kiri memegang botol kedamaian dan tangan kanan memberikan perlindungan. Pose ini tidak hanya menunjukkan keindahan luar yang elegan tetapi juga menyampaikan filosofi mendalam tentang hidup berdampingan secara damai. Botol yang bersih melambangkan “harmoni”, sementara daun zaitun di botol tersebut melambangkan “perdamaian”. Kombinasi bunga teratai yang lembut dan daun zaitun yang tangguh membuat patung ini menjadi perwujudan hidup dari konsep perdamaian, menjadikannya karya seni ikonis untuk perdamaian dunia.

Mazu, sebagai simbol suci perdamaian dan perlindungan di laut, telah menjadi sumber harapan bagi tak terhitung banyaknya orang sepanjang sejarah. Semangat belas kasihnya terus memandu mereka yang berlayar melalui perairan yang bergejolak, memberikan kenyamanan dan arah bagi kapal-kapal yang kembali ke pelabuhan mereka. Patung ini, yang didasarkan pada citranya, mewujudkan keinginan kuat rakyat Tiongkok untuk perdamaian dan kemakmuran dunia, dengan harapan bahwa semua negara dapat hidup dalam harmoni dan bebas dari konflik.

Dengan ketulusan yang mendalam, saya berencana untuk mempersembahkan patung Mazu ini, yang dibuat dengan penuh perhatian, kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Melalui kepercayaan pada Mazu, sebuah harta budaya Tiongkok, saya berharap dapat membuka pintu bagi dunia untuk lebih memahami Tiongkok. Simbol budaya ini dapat memperkuat pemahaman dan kepercayaan budaya antara negara-negara, menunjukkan sifat budaya Tiongkok yang lestari dan inklusif serta komitmennya yang mendalam terhadap perdamaian dan masa depan bersama umat manusia.

Patung perunggu ini adalah hasil dari kebijaksanaan dan upaya bersama banyak seniman. Menggunakan teknik pemahatan tradisional, setiap detail telah dikerjakan dengan hati-hati untuk menghidupkan citra Mazu. Sambil melestarikan seni kuno, kami juga dengan berani menghadapi tantangan modern, menggabungkan tradisi dan modernitas secara harmonis, memberikan patung ini makna spiritual yang mendalam. Ia melampaui batasan sebuah karya seni, menjadi warisan iman dan kesinambungan spiritual.

Pada 1 Oktober 2024, pada hari perayaan universal, patung Mazu ini akan memulai perjalanan baru, membawa harapan perdamaian, pertukaran budaya, dan harmoni ekologis. Ia akan menjadi jembatan yang menghubungkan hati orang-orang dari semua bangsa, menanamkan benih perdamaian di setiap jiwa dan mekar menjadi bunga harmoni yang indah. Semoga dunia terbenam dalam cahaya perdamaian, dan semoga umat manusia maju bersama menuju masa depan yang lebih baik.

Catatan Akhir: Utusan Perdamaian: Patung Mazu bukan hanya sebuah mahakarya seni, tetapi juga perwujudan nyata dari semangat perdamaian. Melalui Mazu, simbol perlindungan dan perdamaian, kita sekali lagi diingatkan akan keinginan mendalam budaya Tiongkok untuk harmoni dunia. Dengan menggabungkan konsep “harmoni” dan “perdamaian” dalam bentuk seni yang unik ini, patung ini mengekspresikan kepedulian dan harapan bangsa Tiongkok untuk masa depan umat manusia. Sama seperti Mazu menjaga mereka yang berlayar di lautan, kami berharap semangat perdamaian ini akan melampaui waktu dan ruang, membawa persatuan dan harmoni ke semua bangsa.

Diedit oleh Aliansi Budaya Dunia Mazu, dilaporkan oleh Lin Bingbin dari New York. Harap kredit sumber dan penulis untuk reproduksi. Terima kasih atas perhatian dan dukungan Anda.